Ketika kami dalam perjalanan liburan keluarga kemarin, say amelihat serial drama di sana dan sangat tertarik untuk menontonnya kembali. Setelah saya tanya pada saudara, ternyata film itu berjudul Pasta dan merupakan drama seri korea. Sekembalinya ke Surabaya, saya menitip teman yang kebetulan ke pasar atum. Dan ketika menonton film itu rasanya seneng banget, entah dari segi cerita maupun akting para pemain sangat natural dan tidak dibuat-buat. Jalan ceritanya pun ringan dan tidak berbelit. Pelajaran dari film tersebut pun sangat bagus untuk kiita yang hidup pada jaman sekarang ini. Anak muda yang mudah putus asa dan tidak mau berlatih lebih untuk meraih keberhasilannya (salah satunya saya. hehehe). Yoo Kyung sang pemeran utama merupakan seorang maknae dan sudah 3 tahun bekerja di La Sfera. Saya sangat kagum pada semangatnya untuk belajar membuat pasta yang enak dan lezat, dan ketika dia dikeluarkan dari dapur La Sfera, dia pun tetap mencari untuk bagaimana bisa masuk ke dapur tersebut , dan perjuangan itu berbuah manis ketika ada blind audition di La Sfera dan Yoo Kyung yang memenangkannya. Sungguh tidak bisa dipercaya bahwa akhirnya dia pun berhasil mendapat tempat di station pasta. Perjuangannya pun disertai kisah cinta nya bersama sang chef yang galak dan tidak suka ada perempuan di dapurnya. Tetapi menurut saya, sanga chef masih kalah perjuangan ketimbang Yoo Kyung, hehehe..acting mereka berdua pun layak diacungi jempol, sangat natural sebagai dua manusia yang sedang terlibat asmara tetapi sangat profesional sebagai seorang partner kerja. Chef pun mengajari Yoo Kyung dengan cara yang berbeda, dia memberi Yoo Kyung buku resep yang salah, sehingga Yoo Kyung bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan chef ketika masa kuliah di Italy dulu. Sungguh film yang very highly reccomended banget untuk ditonton. Soundtracknya pun juga sangat pas untuk didownload, cocok untuk kamu yang suka musik easy listening. Ada Fate, musik instumental yang sangat ringan, After Schoolnya Kim Jung Ahh, maupun Lucky Day yang ngebeat. Saya beri bintang 5 untuk film ini. :)
Buat mereka yang mencari kerja, bahwa kegagalan adalah tanda untuk memperbaiki diri dan mencoba lagi
Wednesday, 28 August 2013
Thankyou Lord
Terimakasiiiiiiiiiiiiiiiiiiii buat semuanya, yang suda menyupport saya selama ini... selama saya dalam kegalauan mencari kerja, menangis dan sedih menanti bagaiman hasil mcu saya. Finally, today Im accepted. :). Rasanya lega, karena suda melepas gelar miss pengangguran. hehe.. tapi ini adalah awal permulaan saya, dan di sini saya ditempa untuk menjadi lebih dewasa dan smart dalam mengambil keputusan. Semoga selama proses 6 bulan trainee, saya bisa menjadi lebih baik dan dewasa tentunya. Makasi ya mamapapa, Jessica, Vika genduks, Trisna mamen, Sally, Lina, Sinel, C San, Cen2, Tres, Vinnia smuanya Della juga keluargaku. Terimakasi rasanya seneng juga mendapat pekerjaan, meskipun masih ada yang menjadi ganjalan di hati. Pokoknya terimakasi banyak buat Tuhan Yesus dan bunda Maria dan smua pihak yang suda menyupport dan mendoakan saya selama ini. God bless you good people :)
Tetap berjuang good people FIGHTING!!
Tetap berjuang good people FIGHTING!!
Wednesday, 21 August 2013
Jobb
You'll never know, until you try, what best you can be
Dalam usaha pencarian kerja ini, kita dihadapkan pada
berbagai pilihan pekerjaan yang tersedia di perusahaan maupun bank. Satu yang
saya sadari mencari pekerjaan tidaklah mudah. Membutuhkan perjuangan, kesiapan
pada saat tes dan anda harus menjawab dengan logis dan tenang, jangan hanya
asal-asalan.
Hal ini saya rasakan semasa mencari pekerjaan. Saya memasukkan
lamaran pekerjaan di berbagai perusahaan dan ada juga hotel. Ketika sudah
menaruh CV di berbagai perusahaan serta hotel akhirnya mendapat telepon dari
pihak perusahaan untuk mengadakan wawancara lanjutan. Cerita saya dimulai ketika
mengikuti Petra Best Achieve di kampus sendiri.
Waktu itu hanya saya sendirian yang mendaftar diantara
teman-teman saya yang lain. Mereka mengikuti retreat di Tumpang. Saya pun sebenarnya
ingin ikut mereka ke Tumpang, tapi ibu saya tidak mengijinkan. Di sana saya
bertemu dengan beberapa teman perhotelan (jurusan saya). Dan saya cukup kenal
dengan satu orang yang bernama Felicia.
10 perusahaan ternama mempresentasikan karya terbaiknya. Di
antaranya JW Marriott, Indomarco Prismatama, April Asia dan Boga Gorup. Di
antara semua yang berpresentasi, saya tertarik kepada 3 perusahaan dan saya
menaruh CV serta mengisi formulir di sana. April Asia dan Boga Group berencana
akan mengadakan interview pada tanggal dan jam yang sama
Ohh myy God, what can I do? Saya bingung karena di satu sisi
saya sangat tertarik untuk mencoba melamar pekerjaan di April asia, karena dari
presentasi yang diutarakan, mereka adalah perusahaan yang kompeten dan mampu
mempertahankan eksistensinya, tetapi penempatan untuk April Asia sendiri berada
di Riau. Sedangkan tawaran yang diberikan oleh Boga Group sesuai dengan latar belakang pendidikan saya
di bidang perhotelan dengan penempatan Jakarta.
Setelah pulang dari sana, saya memutuskan untuk
berkonsultasi dengan orangtua. Orangtua tidak mengijinkan saya untuk pergi ke Riau,
karena terlalu jauh. Saya juga berkonsultasi dengan teman satu kos saya. Dia
pun mengatakan hal yang sama, bahwa lebih baik mencoba Boga Group saja.
Besoknya wawancara dimulai jam 8 pagi dan saya bersiap jam
setengah 7. Saya masih bimbang, tapi sambil dibarengi mengisi formulir yang
kemaren saya ambil dari Boga dan menyiapkan kelengkapan untuk Boga Group
(cv,transkrip nilai dan fotocopy ktp). Setelah persiapan, saya pun memasuki
ruang yang telah disediakan untuk wawancara. Diadakan psikotest terlebih dahulu
baru wawwancara dengan HRD.
Di tengah-tengah test, pihak Boga juga memberi kesempatan
kepada kami bagi siapa yang akan melakukan wawancara dengan april asia juga
diperkenankan untuk mengikutinya, jadi nanti akan ditaruh di urutan terkahir
pada saat wawancara dengan Boga group. Sebenarnya saya ingin, tapi sudahla
kesempatan itu tidak saya ambil.
Sewaktu psikotest, saya tidak memiliki persiapan, karena ini
adalah wawancara kerja yang pertama untuk saya. Setelah psikotest berlangsung,
satu persatu kandidat dipanggil untuk melakukan wawancara dengan pihak HRD.
Saya berada di urutan hampir akhir pada saat itu dan pihak HRD langsung
mewawancarai dua orang. Saya dan seorang teman dari jurusan Informatika
langsung diwawancarai. Di hadapan HRD,
saya gugup dan bahkan sempat membuat kesalahan fatal di mana saya membiarkan
pihak HRD menunggu jawaban saya (Don't even try this!). Dan setelah wawancara
usai, kita pun pulang.
Seminggu setelah wawancara dilakukan, Felicia dihubungi
untuk melakukan wawancara lanjutan di Jakarta, sedangkan saya tidak mendapat
kabar dari mereka. Ada rasa sedikit kecewa sebenarnya, tapi ya sudahla memang
mungkin belum jodoh saya. Dan Felicia memutuskan untuk berangkat ke Jakarta. Setelah
melakukan wawancara, ternyata Felicia diterima dan dan mulai bekerja 2 minggu
lagi. Dan yang saya lakukan pun mencari pekerjaan di tempat lain
Petra juga menyelenggarakan Petra Job Fair bagi para
mahasiswa dan umum. Saya pun kali ini bersama teman-teman mendaftar di sana. Di
sana saya memilih Ayana Hotel, Honda, pameran perbankan dan PT Arta Boga
Cemerlang.
Pada saat mengikuti job fair di Ayana, kami diperkenankan
untuk mengisi formulir pendaftaran kemudian akan diwawancarai dengan pihak HRD.
Pada saat wawancara dengan pihak HRD, saya juga gugup tapi kemudian saya dapat
menguasai diri saya dan memberikan jawaban terbaik. Pada saat itu saya melamar
di bagian purchasing dan japanese wedding admin.
Mereka berkata bila lolos akan ada mengisi semacam test yang
dikirimkan di email kami. 3 hari setelah tes, Ayana mengirimkan email kepada
kami untuk diisi. Pada malam hari itu saya dan Vika (teman saya yang juga lolos
tahap pertama) mengisi tes tersebut di kos Sally. Tes nya berupa
pertanyaan-pertanyaan menyangkut diri kita. Beberapa hari kemudian, bertepatan
dengan wawancara Honda, saya mendapat telepon dari Boga Group pada saat selesai
wawancara. Saya kaget dan menelpon balik ke mereka.
Pihak Boga berkata bila saya lolos wawancara tahap pertama
dan akan diadakan wawancara lanjutan di Jakarta. Saya pun langsung menyanggupi
untuk hadir di sana tanpa berpikir panjang. Wawancara diadakan tanggal 19 dan
itu berarti 3 minggu dari sekarang.
Selama masa 3 minggu tersebut, saya masi melanjutkan
rangkaian job fair saya di bank dan di PT Arta Boga. Saya juga galau karena
memikirkan bagaimana bila nanti Ayana mengabari di hari yg sama dengan Boga
Group melakukan wawancara. Dalam kegalauan tersebut saya berkonsultasi dengan
orang tua, menangis dan bingung serta saya juga minta pendapat teman-teman
sekitar. Tapi yang paling penting adalah berdoa untuk mohon petunjuk-Nya.
Karena Dia lebih tau segalanya dari kita.
Hari jumat dalam minggu tersebut, saya mengikuti job fair
perbankan dan masuk ke salah satu bank ternama tersebut, tetapi tes masih
diadakan tanggal 16. Sedangkan keesokan harinya, saya mengikuti job fair untuk
PT Arta Boga Cemerlang dan tes diadakan pada tanggal 15.
Minggu berikutnya tidak ada kegiatan sama sekali, saya pergi
ke Jember ke rumah Vika bersama Trisna tanggal 6 dan dilanjutkan pergi ke
banyuwangi dari tanggal 8 sampai 11. Tanggal 13 saya balik ke surabaya untuk
mempersiapkan interview pada tanggal 15. Di perjalanan menuju surabaya saya
mendapat telepon dari salah satu bank bahwa akan diakan interview pada tanggal
16 nanti.
Dalam masa pencarian kerja ini, saya ditemani juga oleh
beberapa teman, yaitu Vika, Della, Trisna, Priska dan Cendika. Selama masa
pencarian kerja ini, saya sering mengeluh kepada Della, di mana saya bingung
harus bagaimana dan apa tindakan yang harus saya ambil. Tetapi saya sangat bersyukur
karena dia memotivasi saya untuk mencoba ke berbagai tempat, karena tidak ada
salahnya, malah menambah pengetahuan dan kepercayaan diri untuk kita. Itu pula
yang dikatakan oleh ibu saya.
Tetapi yang paling senasib rasanya adalah Jessica, wkwkkw.
Dia juga sama dengan saya masih berusaha mencari kerja di tempat lain. Tanggal
16 nanti kita akan diwawancarai di bank. Impiannya memang bekerja di bank.
Tanggal 15 pun dia juga mengikuti wawancara di bank yang lain. Perjuanggannya
mencari kerja memang patut diacungi jempol. Karena dia telah mengikuti
wawancara di berbagia perusahaan sebagai buah kerja keras dan semangat dalam
mengikuti job fair di beberapa kampus.
Sampai sejauh hari itu, saya belum membeli tiket untuk pergi
ke Jakarta. Saya masih dilanda keinginan untuk berkarir di Bali dan saya belum
juga mendapat kabar dari Ayana. Teman saya Jessica pun selalu berkata bahwa
cobalah peluang di Jakarta karena kesempatan berkarir lebih besar dan
pengalaman yang didapat juga banyak, selain itu sangat sesuai dengan bakcground
pendidikan saya. Akhirnya saya menelpon ayah untuk membelikan tiket ke Jakarta.
Di tanggal 14 setelah sehari saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta, saya
mendapat email dari Ayana bahwa saya tidak bisa melanjutkan ke tahap test
berikutnya. Saya pun merasa bahwa ini adalah jawaban doa dari Tuhan dan
memutuskan bahwa saya harus pergi ke Jakarta.
Pada tanggal 15 Agutus kemarin saya mengikuti wawancara di
PT Arta Boga, di sana diadakan psikotest dan serangkaian tes lainnya dan
membuat saya capek. Hehe.. mancari kerja memang tidak gampang. Berikutnya
langsung wawancara dengan user. Pada saat diwawancarai saya mengakui bahwa saya
tidak memberikan jawaban terbaik saya. Dan dia berkata bahwa akan dikabari
minggu depan yaitu tanggal 22.
Besoknya saya dan Jessica melakukan wawancara di bank. Di bank
tersebut saya diwawancarai dengan pihak HRD nya. Dan saya yakin pasti ditolak
karena backgorund pendidikan saya melenceng selain itu dari hati saya belum
memiliki keinginan untuk berkarir di bidang perbankan.
Sedangkan untuk wawancara di Jakarta tanggal 19 nanti, saya
mempersiapkaannya lebih baik. Setelah membuat rangkuman dan menemukan beberapa
pertanyaan yang sekiranya diajukan, saya pun mulai mantap untuk berangkat.
Malam harinya saya juga menelpon Jessica untuk minta pendapat mengenai
perkiraan jawaban atas pertanyaan yang akan diajukan.
Sampai akhirnya di hari minggu tanggal 18. Tanggal 18 saya
berangkat ke Jakarta dengan ayah dan ibu. Pada saat menunggu pesawat di
bandara, ibu menyuruh saya untuk mampir membeli buku bacaan Inggris. Awalnya
saya tidak mau, tetapi karena menunggu agak lama, akhirnya saya memutuskan
untuk bertolak ke periplus. Di situ, saya melihat banyak buku dari berbagai
macam genre, awalanya ingin membeli novel atao buku biografi. Tetapi harganya
tidak murah dan akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada Chicken Soup for the
soul think positively. Sambil menunggu saya pun membaca kisah di sana dan
banyak yang menarik serta memberikan pelajaran tentang manfaat bila kita
berpikir positif.
Sesampainya di Sukarno Hatta, kami dijemput dan menginap di
salah satu rumah saudara di Jakarta Barat. Terima kasih kepada om Weng ,Tante
Yani dan pak Amin karena kebaikan kalian J.
Tanggal 19 pun akhirnya tiba, saya samapai di sana kepagian
dari jam wawancara yang telah dijanjikan. Akhirnya saya pun sempat bt dan saya
sms Jessica bahwa saya tidak mood, dia pun langsung menelpon saya dan sempat
jengkel kepada saya.
Dia mengatakan bahwa hal ini tinggal selangkah dan ngga
sepantasnya saya memiliki sikap seperti itu. Selanjutnya, saya pun berdoa dan
menangis, dan bila suda sampai sejauh ini saya harus memantapkan diri. Akhirnya
saya baru dipanggil jam 1 lebih. Di sana saya diwawancarai oleh seorang user.
Ternyata pertanyaan yang diutarakan oleh beliau tidaklah
menyeramkan seperti yang saya bayangkan. Dan saya pun merasa bahwa saya mampu
menjawab pertanyaan tersebut dengan baik. Tetapi saya harus menjalani medical
check up di rumah sakit yang direkomendasikan
oleh pihak Boga terlebih dahulu, baru nanti akan ketahuan diterima ato ditolak.
Keesokan harinya sebelum balik ke Batu, saya melakukan medical check up terlebih dahulu. Di sini
sempat mengalami beberapa kendala, karena pihak rumah sakit belum mendapat data
saya dari Boga, dan saya pun disuru menunggu, karena tidak sabar dan khawatir
jam penerbangan yang akan terlambat, saya pun memutuskan unutk menelpon pihak
Boga.
Oleh pihak Boga, suda dikirim dan saat itu juga saya bisa
melakukan medical check up. Pada saat
itu, saya juga diperiksa gigi oleh dokter dan tidak ada tambalannya. Terimakasi
ibu karena dari kecil suda menjaga gigi saya, alias tidak memperbolehkan saya makan
permen terlalu banyak. Sesuda menjalani serangkain tes, saya pun langsung
menuju ke bandara untuk check in dll.
Untungnya puji Tuhan perjalanan dari rumah sakit ke bandara berjalan
lancar dan waktunya masih nutut, bahkan masih sempat makan siang. Puji Tuhan
memang. Dan ketika menunggu pesawat, ayah ibu bertemu seorang rekan dari Batu
juga. Kami berada dalam penerbangan yang sama.
Flight tidak ditunda dan sampai Malang dengan selamat.
Sesudanya kami langsung menuju ke rumah dan diantar oleh teman ayah tersebut,
yang dijemput oleh anaknya. Akhirnya kami bisa sampai rumah pukul 16.00 kemarin
And finally I'm there,, safely being home. Thx God
Sekarang yang bisa saya lakukan adalah berharap semoga bisa
ditirma dan semoga ini adalah yang terbaik.
Subscribe to:
Posts (Atom)